Pengertian Mata Uang Kripto, Begini Cara Kerjanya. Di Indonesia, berdasarkan data Kementerian Perdagangan (Kemendag), hingga akhir Mei 2021, jumlah investor aset kripto mencapai 6,5 juta orang.

Hal serupa pun terjadi di pasar internasional. Dalam satu tahun terakhir, mata uang kripto mengalami peningkatan popularitas di Indonesia. Jumlah tersebut meningkat lebih dari 50 persen bula dibandingkan dengan tahun 2020 lalu yang sebanyak 4 juta orang.

Baca Yuk :



Pengertian Mata Uang Kripto, Begini Cara Kerjanya

Lalu, apa itu mata uang kripto?

Dikutip dari Investopedia, Rabu (23/6/2021), mata uang kripto adalah mata uang digital yang menggunakan kriptografi sebagai jaminan.

Kriptografi sendiri merupaka metode yang digunakan untuk melindungi informasi dan saluran komunikasi melalui penggunaan kode.

Penggunaan kriptografi tersebut membuat penggunaan mata uang kripto tidak bisa dimanipulasi. Artinya, transaksi mata uang kripto tidak bisa dipalsukan.

Pencatatan dari mata uang kripto biasanya terpusat dalam sebuah sistem yang disebut dengan teknologi blockchain.

Cryptocurrency atau crypto adalah mata uang virtual yang dijamin oleh cryptography. Sementara itu, definisi lain dari mata uang kripto adalah mata uang yang digunakan untuk bertransaksi satu orang dengan orang lain secara online.

Mata uang ini mulai populer tidak hanya di Indonesia, juga di luar negeri. Pada Februari 2020, terdapat 10 negara yang masyrakatnya memiliki uang kripto dalam jumlah banyak. Nigeria merajai posisi dengan persentase 34 persen diikuti dengan Vietnam dan Filipina dengan persentase sebesar 21 persen dan 20 persen.

Cara Kerja Mata Uang Kripto

Dikutip dari Forbes, ada tiga kata kunci yang melekat pada cara kerja mata uang kripto, yakni digital, terenkripsi, dan desentralisasi.

Artinya tidak seperti mata uang konvensional, yakni dollar AS atau Euro, atau bahkan rupiah, mata uang digital ini tidak dikontrol oleh otoritas sentral dari sisi nilai dari uang tersebut.
Sehingga, tugas dalam mengontrol dan mengelola mata uang ini sepenuhnya dipegang oleh pengguna mata uang kripto melalui internet.

Bitcoin merupakan mata uang kripto pertama. Prinsip mata uang kripto sendiri secara prinsip telah dijelaskan oleh Satoshi Nakamoto dalam sebuah tulisan yang berjudul ‘Bitcoin: Sistem Uang Elektronik Peer to Peer’ yang bisa diakses di laman bitcoin.org.

Di dalam tulisan tersebut Nakamoto mendeksirpsikan proyek aset kripto itu sebagai sistem pembayaran elektrobik yang berlandaskan bukti kriptografi, bukan sekadar kepercayaan. Bukti kriptografi tersebut ada dalam bentuk transaksi yang diverifikasi dan dicatat dalam program yang disebut dengan blockchain.

Mata Uang Kripto Terpopuler

Bagi Anda yang tertarik untuk melakukan perdagangan aset kripto, perlu diketahui, setidaknya ada 10.000 jenis mata uang kripto yang saat ini diperdagangkan.

Namun demikian, untuk di Indonesia sendiri, ada 229 aset kripto yang telah terdaftar di Badan Pengawas Perdagagan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Bila dikerucutkan berdasarkan kapitalisasi pasar global, berdasarkan data CoinMarketCap, ada lima mata uang kripto terpopuler atau memiliki kapitalisasi pasar terbesar dalam dollar AS, yakni bitcoin, ethereum, binance coin, dan Cardano.

Masing-masing aset kripto tersebut memiliki karakterisitik yang khas. Simak rinciannya berikut:

Bitcoin

Bitcoin adalah mata uang kripto dengan kapitalisasi atau valuasi pasar terbesar di dunia. Saat ini, total valuasi pasar bitcoin mencapai 671,78 miliar dollar AS atau sekitar Rp 9.673,63 triliun (kurs Rp 14.400).

Jumlah tersebut setara dengan sekitar 43,34 persen dari total keseluruhan valuasi pasar aset kripto yang mencapai 1,5 triliun dollar AS. Bitcoin dikembangkan secara anonim pada tahun 2009 dalam sebuah jaringan blockchain.

Pada bulan April lalu, harga bitcoin sempat menyentuh harga tertinggi di kisaran 64.000 dollar AS per keping.

Namun demikian, kini harga aset kripto tersebut telah merosot hampir separuhnya, menjadi di kisaran 35.000 dollar AS per keping. Salah satu faktor yang membedakan bitcoin dengan uang fiat trandisional yakni jumlahnya yang terbatas, yakni sebanyak 21 juta. Saat ini, jumlah bitcoin yang diperdagangkan di pasar sebanyak 18,73 juta keping.

Ethereum

Sebenarnya, ethereum merupakan sebuah perangkat lunak atau software yang berbasis jaringan blockchain yang bisa diakses bebas atau open source. Aplikasi berbasis jaringan blockchain tersebut memiliki aset kripto yang disebut dengan ether.

Saat ini, ether merupakan mata uang digital dengan kapitalisasi pasar terbesar, yakni sekitar 261,58 miliar dollar AS atau 16,83 persen dari keseluruhan valuasi pasar mata uang kripto.

Dilansir dari CNN, Sabtu (19/6/2021), perangkat lunak ethereum diciptakan untuk memperluas penggunaan blockchain di luar bitcoin dan bisa digunakan untuk aplikasi yang lebih luas. Berbeda dengan bitcoin yang jumlahnya terbatas, suplai ethereum tak dibatasi. Saat ini, ethereum diperdagangkan di kisaran 2.200 dollar AS per keping.

Tether

Aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar ketiga yakni tether. Total valuasi pasar tether saat ini mencapai 62,89 miliar dollar AS dengan dominasi pasar sebesar 4,06 persen. Harga tether dipatok dengan dollar AS, maka dari itu kerap disebut dengan stable coin.

Karena dipatok dengan dollar AS, maka harga tether cenderung lebih stabil ketimbang mata uang kripto lain yang sangat fluktuatif. Saat pertama kali dibentuk pada 2014, nilai dar setiap token ditetapkan pada 1 dollar AS per keping. Harga tether tertinggi yakni di kisaran 1,32 dollar AS yang dicapai pada 2018 lalu.

Binance Coin

Binance Coin saat ini tercatat sebagai mata uang kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar keempat dengan total valuasi pasar sebesar 52,69 miliar dollar AS. Binance Exchange adalah platform perdagangan aset kripto terbesar berdasarkan volume yang diperdagangkan.

Platform tersebut menciptakan Binance Coin, atau token BNB sebagai sarana untuk membayar biaya transaksi pada platformnya. Jumlah aset kripto BNB dibatasi 200 juta token. Berbeda dengan aset kripto lain, binance hanya bisa ditraksaksikan dnegan mata uang kripto lain.




Cardano

Di posisi kelima ada aset kripto cardano dengan valuasi mencapai 45,82 miliar dollar AS. Jumlah tersebut setara dengan 2,96 persen dari keseluruhan valuasi pasar mata uang kripto.

Cardano sendiri merupakan sebuah platform blockchain generasi ketiga. Dikutip dari Investopedia, aset kripto Cardano disebut dengan ADA. Aset kripto ini dikembangkan oleh salah satu pencipta ethereum, Charles Hoskinson pada tahun 2015 lalu dan mulai diluncurkan pada tahun 2017.

Jaringan blockchain Cardano diciptakan sebagai alternatif atas Ethereum. Saat ini, harga ADA diperdagangkan di kisaran 1,43 dollar AS. Aset kripto tersebut sempat mencapai harga tertinggi di kisaran 24,5 dollar AS pada pertengahan Mei lalu.

Secara sederhana uang kripto dapat diartikan sebagai uang digital. Namun ketika Anda ingin berinvestasi di cryptocurrency ada beberapa istilah penting yang harus dipahami. Berikut ini istilah-istilah penting tersebut:

  1. Bull market: istilah yang digunakan saat kondisi pasar sedang naik.
  2. Market bear: kebalikan dari bull market, market bear atau bear market merupakan istilah ketika pasar tengah menurun.
  3. FOMO atau Fear of Missing Out: istilah yang digunakan untuk menyebut investor yang umumnya pemula yang masih belajar dan mudah untuk mengikuti orang lain.
  4. Pump and Dump: istilah ini digunakan untuk menggambarkan strategi yang sedang dilakukan investor crypto. Pump digunakan ketika harga mata uang tersebut sedang meningkat, sedangkan dump istilah yang digunakan saat harga mata uang sedang turun.
  5. Whale: istilah ini digunakan untuk menyebut mereka yang memiliki uang kripto dalam jumlah besar, minimal 5 persen dari seluruh aset digital yang disimpan di pasar kripto.
  6. FUD atau Fear, Uncertainty, and Doubt: merupakan istilah stratgei yang digunakan para investor jika ingin menurunkan harga uang kripto supaya mereka bisa membeli dengan harga murah.
  7. HODL: istilah yang digunakan untuk permainan kata yang diacak atau anagram.
  8. Rekt: istilah yang digunakan untuk menyebut pemain yang kalah. Dalam investasi, istilah ini digunakan untuk mereka yang salah dalam mengambil keputusan misal menjual saat harga murah dan membeli saat harga sedang mahal.
  9. No Cointer: istilah yang digunakan untuk menyebut orang yang tidak memiliki aset crypto atau untuk mereka yang menjual seluruh mata uang kripto yang mereka miliki.
  10. To The Moon: istilah untuk menggambarkan uang kripto yang sedang naik bahkan mencapai puncak mulai dari nilai sampai jumlah penjualan.
  11. Cryptoses: merupakan istilah yang digunakan untuk rasa antusias atau rasa penasaran yang tinggi terhadap mata uang kripto.

Sejak mulai booming, crypto mendapatkan banyak respons dari berbagai kalangan mulai dari masyarakat biasa sampai para ahli untuk memberikan pendapatnya. Di antara pendapat banyak orang tentu saja ada yang pro dan ada juga yang kontra. Mereka yang pro dengan uang kripto beranggap bahwa uang kripto:

  • Terhindar dari inflasi.
  • Biaya transaksinya murah, praktis, dan cepat.
  • Fleksibel atau tak berafiliasi dengan bank.
  • Keuntungannya jelas.

Sementara itu, mereka yang kontra berpendapat bahwa cryptocurrency:

  • Fluktuasi nilainya tinggi.
  • Tidak ada aturan yang mengatur prihal pemberhentian perdagangan sementara.
  • Tidak memiliki aset dasar atau underlying asset.
  • Dan tidak memiliki legalitas bank sentral

Pengertian Mata Uang Kripto, Begini Cara Kerjanya

Sumber : https://money.kompas.com/read/2021/06/23/191500126/-mata-uang-kripto-adalah-uang-digital-begini-cara-kerjanya?page=all

Baca Yuk :