Malware Berbahaya Ditemukan pada AppGallery Huawei, Baru-baru ini para peneliti menemukan malware berbahaya yang mencuri data pribadi pengguna pada beberapa aplikasi game Android di dalam toko aplikasi milik Huawei , Appgallery .

Huawei memiliki branding yang tergolong kuat di pasar global. Vendor yang satu ini sangat terkenal di Asia dan Eropa. Mereka pernah jadi urutan 2, di bawah Samsung untuk urusan pangsa pasar ponsel global pada 2019.

Baca Yuk :

Akibat politik perang dagang Amerika dan Tiongkok, Huawei kena imbas untuk dilarang berjualan di Amerika. Akibatnya, Huawei tidak bisa lagi mendapatkan lisensi layanan Google MobileService.

App Gallery hadir sebagai pengganti dari Google Play Store setelah Google tak lagi memberikan layanan Google Mobile Service kepada Huawei.

Malware Berbahaya Ditemukan pada AppGallery Huawei

Program berbahaya atau malicious software (malware) kembali ditemukan telah terpasang di ratusan aplikasi Android. Baru-baru ini, malware tersebut berasal dari 190 aplikasi game yang ada di App Gallery, App Gallery adalah toko aplikasi milik Huawei sebagai pesaing Google Play Store.

Malware tersebut dilaporkan dapat mencuri informasi sensitif dari ponsel pengguna. Malware tersebut berupaya mencuri informasi perangkat dan nomor telepon korban.

Mengutip laman The Hacker News, Kamis (25/11/2021), kampanye malware ini diungkap oleh peneliti dari perusahaan keamanan Doctor Web.

Sebanyak 9,3 juta perangkat Android terinfeksi malware yang menyamar sebagai aplikasi game arcade, shooter game, dan lain-lain. Aplikasi-aplikasi yang disusupi malware ini dijajakan di toko aplikasi Huawei, AppGallery.

Peneliti mengklasifikasikan trojan yang menyusupi aplikasi sebagai ‘Android.Cynos.7.origin’ karena malware tersebut merupakan versi modifikasi dari malware Cynos.

Dari total 190 aplikasi gim yang diidentifikasi, beberapa dirancang untuk menargetkan pengguna berbahasa Rusia. Sementara, yang lain ditujukan untuk menarget pengguna di Tiongkok atau internasional.

Rupanya, setelah diinstal, aplikasi meminta izin kepada korban untuk melakukan dan mengelola panggilan telepon, menggunakan akses untuk mengumpulkan nomor telepon, serta informasi perangkat lainnya. Misalnya informasi geolokasi, parameter jaringan seluler, dan metadata system.

Peneliti mengungkap bahwa celah kerentanan seperti nomor telepon perangkat memang bisa dibilang masalah kecil. Akan tetapi, itu tetap akan merugikan pengguna karena game tersebut banyak sekali dimainkan oleh anak-anak.

Para peneliti Doctor Web sendiri sudah melaporkan celah tersebut kepada Huawei. Dan saat ini, aplikasi tersebut telah dihapus dari AppGallery.

Dilansir dari Phone Arena, ke-190 aplikasi berpura-pura sebagai game yang terinfeksi malware itu telah dihapus dari AppGallery. Akan tetapi bahayanya jika pengguna sudah menginstalnya di smartphone, hal ini masih bisa jadi masalah.

Misalnya data pengguna rentan diakses atau dicuri. Ada pun dari semuanya, tiga aplikasi yang cukup banyak diunduh adalah Hurry up hide (dipasang lebih dari 2 juta kali), Cat adventures (dipasang 427 ribu kali), dan Drive school simulator (diunduh 142 ribu kali).

Dan disarankan untuk para pengguna yang memiliki aplikasi-aplikasi tersebut lebih baik menghapus pemasangannya dari smartphone masing-masing.

(kompas.com, liputan6.com, suara.com)

Baca Yuk :